Siapa sih yang nggak kenal Audemars Piguet Royal Oak? Jam tangan ini dikenal sebagai stainless steel luxury sports watch pertama di dunia, yang dikembangkan oleh sosok legendaris di dunia watchmaking, Gerald Genta. Dengan integrated bracelet, octagonal bezel dengan exposed screws, serta Tapisserie dial yang ikonik, Royal Oak tampil benar-benar beda dan ahead of its time saat pertama kali diperkenalkan. Bahkan, model ini bisa dibilang menjadi pelopor lahirnya genre baru: integrated bracelet luxury sports watches.
Nah, kalau kamu suka desain Royal Oak, tapi budget belum sampai untuk beli yang baru, opsi paling masuk akal biasanya adalah pre-owned market. Tapi kalau ternyata harganya masih terasa terlalu tinggi, mau nggak mau kamu harus mulai melirik alternatif lain yang menawarkan vibes serupa, tanpa harus menguras dompet terlalu dalam.
Girard-Perregaux Laureato
Pertama, kita mulai dari sebuah koleksi yang dirilis tahun 1975, tidak lama setelah Royal Oak diperkenalkan. Namun ada perbedaan penting: kalau Royal Oak sejak awal lahir sebagai jam tangan mekanikal, Girard-Perregaux Laureato justru awalnya menggunakan quartz movement. Seiring waktu, Laureato berevolusi, dan saat ini kamu bisa menemukan versi quartz maupun mechanical di secondary market, tergantung era produksinya.

Source: girard-perregaux.com
Laureato 42 Blue Dial (Ref. 81010-11-431-11A)
Untuk lini produksi saat ini, Ref. 81010-11-431-11A jadi salah satu kandidat terkuat dalam daftar alternatif Royal Oak. Jam ini hadir dengan case stainless steel 42mm, integrated bracelet senada, blue dial yang sharp, serta dibekali caliber GP01800 self-winding mechanical movement. Harga market-nya berkisar Rp 120 - 150 juta, tergantung tahun dan kondisinya.
Kalau melihat reference ini, rasanya sulit untuk tidak menarik benang merah ke Royal Oak 15400 atau 15500 dengan blue dial. Terutama dari octagonal bezel khas Laureato dan dial bermotif hobnail, yang secara visual jelas membawa sedikit DNA ala Royal Oak.
Zenith Defy Skyline
Walaupun Zenith Defy Skyline baru resmi dirilis pada tahun 2022, akar desainnya sebenarnya bisa ditarik jauh ke akhir 1960-an, tepatnya ke Defy Ref. 3642. Model original ini sudah mengusung case berbentuk octagonal dengan faceted bezel (14 sisi pada versi tahun 1969), sementara Defy Skyline modern hadir dengan 12 sisi.

Source: zeitauktion.com
Zenith Defy Skyline 41 (Ref. 03.9300.3620/51.I001)
Nama “Skyline” sendiri terinspirasi dari langit malam, yang kemudian diterjemahkan ke dalam desain dial bermotif “starry sky”. Sekilas, tekstur dial ini memang mengingatkan pada Tapisserie dial milik Audemars Piguet, meskipun dieksekusi dengan karakter khas Zenith. Salah satu referensi yang menarik adalah Ref. 03.9300.3620/51.I001, dengan harga market berkisar Rp 90 - 110 juta.
Chopard Alpine Eagle

Source: timekeepers.club
Chopard Alpine Eagle 41 Pine Green (Ref. 298600-3014)
Chopard Alpine Eagle pertama kali diperkenalkan pada 2019, hadir dalam dua ukuran 36mm dan 41mm. Jam ini menampilkan sunray texture dial yang terinspirasi dari iris mata elang, sesuai dengan nama “Eagle” yang diusung.
Sejak awal kemunculannya, Alpine Eagle langsung dibandingkan dengan Audemars Piguet Royal Oak dan Patek Philippe Nautilus, terutama karena desain integrated bracelet serta finishing mewah dengan kombinasi brushed dan polished surfaces pada case dan bracelet-nya. Namun tentu saja semua elemen luxury sports watch tersebut ditawarkan dengan harga yang jauh lebih affordable.
Referensi dengan diameter 41mm adalah Chopard Alpine Eagle dengan dial Pine Green (Ref. 298600-3014). Harga market-nya berkisar Rp 220 - 240 juta.
IWC Ingenieur 40

Source: monochrome-watches.com
IWC Ingenieur 40 Blue Dial (Ref. IW328907)
IWC Ingenieur pertama kali diperkenalkan pada 1955, dan pada masanya menjadi jam tangan anti-magnetic pertama dari IWC yang tersedia secara komersial. Model ini awalnya memang dirancang sebagai tool watch untuk para engineer dan profesional yang bekerja di lingkungan dengan medan magnet tinggi.
Masuk ke era 1970-an, koleksi ini mendapatkan turning point besar ketika Gerald Genta ikut terlibat dalam proses redesign lewat Ingenieur SL. Dari sinilah identitas Ingenieur berubah signifikan, beralih ke desain yang lebih bold, menggunakan stainless steel case, integrated bracelet, dan estetika yang kini kita kenal sebagai luxury sports watch modern.
IWC Ingenieur (Ref. IW328907) dengan diameter 40mm, dengan dial berwarna biru, menarik untuk dijadikan salah satu alternatif Royal Oak. Harga secondary market-nya berkisar Rp 180 - 200 juta.
Vacheron Constantin Historiques 222

Source: hodinkee.com
Vacheron Constantin Historiques 222 (Ref. 4200H/222A-B934)
Tahun 2025 menjadi momen penting bagi Vacheron Constantin, karena menandai 270 tahun anniversary brand ini. Untuk merayakannya, Vacheron memperkenalkan versi stainless steel ke dalam koleksi Historiques 222, yang sebelumnya hanya tersedia dalam material gold.
Koleksi ini sendiri merupakan revival dari model 222, jam tangan yang pertama kali dirilis pada 1977, yang masih berada di era yang sama dengan kelahiran Royal Oak. Versi modernnya dibuat sebagai faithful reissue, mempertahankan desain original secara detail, mulai dari integrated bracelet hingga notched bezel yang menjadi ciri khasnya.
Dari segi harga mungkin jam tangan ini tidak beda jauh dengan Royal Oak, dengan harga di secondary market untuk versi steel-nya berkisar Rp 900 juta lebih. Tetapi, dengan desain bracelet yang unik, jam tangan ini bisa menjadi substitute yang oke, jika Anda bosan dengan desain Royal Oak.
Rolex Land-Dweller
Salah satu jam tangan paling banyak dibicarakan di 2025 jelas jatuh ke Rolex Land-Dweller. Kalau kita bicara soal alternatif yang worthy untuk AP Royal Oak, model ini sebenarnya nge-check hampir semua box: desain integrated bracelet, opsi stainless steel, serta dial pattern yang menarik dan beda dari Rolex biasanya.

Source: watchclub.com
Rolex Land-Dweller 40 White (Ref. 127334-0001)
Meski begitu, Land-Dweller tetap 100% Rolex. Kita masih bisa melihat Oyster case, fluted bezel ikonik, serta bracelet bergaya Jubilee yang sudah jadi DNA kuat brand ini. Selain itu, cerita menarik ada di balik case Land-Dweller yang menjadi rumah bagi caliber 7135, movement baru yang memperkenalkan teknologi terbaru Rolex, yaitu Dynapulse escapement.
Dari segi harga market-nya, Rolex Land-Dweller Ref. 127334-0001 dengan diameter 40mm berkisar Rp 550 - 580 juta.
Baca juga: Butuh Instant Cash? Jual Jam Tangan Mewah Anda Sekarang di Preownedwatch Indonesia!
Referensi
Tenenbaum, Ana. “The Best Audemars Piguet Royal Oak Alternatives.” GREY MARKET MAGAZINE, 19 July 2025, https://www.luxurybazaar.com/grey-market/ap-royal-oak-alternative/.
