Skip to content

Tak Hanya Oyster dan Jubilee, Kenali Berbagai Jenis Rolex Bracelet

Sebelumnya, kita sudah sempat membahas sedikit tentang sejarah Rolex, termasuk CEO Rolex dari masa awal berdirinya brand hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, kita juga melihat bagaimana Rolex terus mengembangkan teknologi...

Sebelumnya, kita sudah sempat membahas sedikit tentang sejarah Rolex, termasuk CEO Rolex dari masa awal berdirinya brand hingga sekarang. Seiring berjalannya waktu, kita juga melihat bagaimana Rolex terus mengembangkan teknologi dan inovasinya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Namun, ada satu aspek development Rolex yang mungkin sering luput dari perhatian, yaitu Rolex Bracelet.

Mulai dari Oyster Bracelet, Jubilee, President, Leather Strap, Oysterflex, hingga Integrated dan Settimo Bracelet yang baru diperkenalkan, masing-masing memiliki karakteristik, keunikan, serta sejarah tersendiri. Bahkan, beberapa di antaranya telah menjadi elemen desain ikonik yang membuat satu atau lebih model Rolex menjadi mudah dikenali.

Lantas, apa saja cerita di balik berbagai jenis bracelet dan strap tersebut? Mari kita mengenal lebih jauh asal-usul, perkembangan, serta karakteristik yang membedakan masing-masing Rolex Bracelet.

Jenis-Jenis Rolex Bracelet / Strap

Oyster Bracelet

oyster bracelet

 

Oyster Bracelet merupakan salah satu desain bracelet paling ikonik dari Rolex, dengan ciri khas konstruksi tiga link. Bracelet ini pertama kali diperkenalkan pada akhir 1930-an, sebelum Rolex mematenkan desainnya pada tahun 1947, dan mulai digunakan pada jam tangan Rolex pada tahun 1948.

Nama Oyster Bracelet sendiri berasal dari keterkaitannya dengan Oyster Case, desain case tahan air yang diperkenalkan oleh pendiri Rolex, Hans Wilsdorf, pada tahun 1926. Pada awalnya, Oyster Bracelet diproduksi oleh Gay Frères, perusahaan asal Swiss yang dikenal sebagai produsen bracelet jam tangan. Pada tahun 1998, Rolex mengakuisisi perusahaan tersebut, sehingga proses desain hingga produksi bracelet dapat dilakukan secara in-house.

Desain Oyster Bracelet sangat mudah dikenali berkat konstruksi tiga link yang khas, terdiri dari satu link berukuran lebih besar di bagian tengah dan dua link yang lebih kecil di kedua sisinya. Desain ini tidak hanya menjadi salah satu ciri khas Rolex, tetapi juga termasuk style bracelet yang banyak diadopsi oleh berbagai brand jam tangan mewah lainnya.

Oyster Bracelet dirancang dengan karakter yang sporty, dan cukup versatile digunakan untuk berbagai aktivitas. Tak heran jika bracelet ini menjadi salah satu pilihan utama Rolex dan digunakan pada berbagai koleksi populernya, seperti Submariner, Daytona, GMT-Master II, hingga Oyster Perpetual. Dari segi material, Oyster Bracelet tersedia dalam beberapa pilihan, mulai dari Oystersteel 904L untuk model stainless steel, solid 18k gold, hingga Rolesor atau two-tone.

Tergantung pada tahun produksi dan model jam tangannya, Oyster Bracelet hadir dengan beberapa jenis atau mekanisme clasp yang berbeda. Namun, dua jenis yang paling umum digunakan adalah Oysterclasp dan Oysterlock. Pada model tertentu, Oysterlock dilengkapi dengan teknologi Glidelock, yaitu sistem penyesuaian panjang bracelet yang memungkinkan pengguna melakukan micro-adjustment tanpa memerlukan alat tambahan.

Jubilee Bracelet

rolex jubilee bracelet

Jika Oyster Bracelet dikenal dengan desain tiga link yang ikonik, Rolex juga memiliki jenis bracelet lain yang tak kalah populer, yaitu Jubilee Bracelet. Meski penggunaannya tidak seluas Oyster Bracelet, Jubilee memiliki karakter desain yang sangat khas berkat konstruksi lima link, terdiri dari tiga baris link berukuran kecil di bagian tengah yang diapit oleh dua baris link yang lebih besar di kedua sisinya.

Jubilee Bracelet pertama kali diperkenalkan pada tahun 1945, bersamaan dengan peluncuran Rolex Datejust generasi pertama. Jubilee adalah desain bracelet pertama yang diproduksi secara in-house oleh Rolex.

Pada awal kemunculannya, Jubilee Bracelet dianggap sebagai salah satu pilihan bracelet paling mewah dari Rolex karena hanya tersedia dalam material solid gold. Beberapa tahun kemudian, Rolex mulai memperkenalkan varian two-tone, sebelum akhirnya menghadirkan versi full stainless steel.

Seiring berjalannya waktu, desain dan konstruksi link pada Jubilee Bracelet terus mengalami penyempurnaan, mulai dari model folded links, desain berbentuk D (D-shaped), oval (oval-shaped), hingga konstruksi solid links yang digunakan pada model modern. Berkat konstruksi lima link dengan ukuran yang relatif kecil, Jubilee Bracelet cenderung lebih fleksibel dan mampu mengikuti kontur pergelangan tangan dengan lebih baik dibandingkan Oyster Bracelet.

Untuk sistem clasp-nya, Jubilee Bracelet tersedia dengan dua jenis clasp, yaitu Rolex Crownclasp yang tersembunyi (concealed clasp), serta Oysterclasp yang memiliki desain lebih konvensional.

President Bracelet

rolex president bracelet

Berbicara tentang eksklusivitas, President Bracelet mungkin menjadi salah satu jenis bracelet paling mewah dalam katalog Rolex saat ini.

President Bracelet pertama kali diperkenalkan pada tahun 1956 bersamaan dengan peluncuran Rolex Day-Date. Sejak saat itu, President Bracelet hampir secara eksklusif digunakan pada koleksi Day-Date, dan beberapa varian Datejust tertentu.

Selain itu, berbeda dengan Oyster dan Jubilee yang tersedia dalam berbagai pilihan material, President Bracelet sejak pertama kali diperkenalkan hanya dibuat menggunakan logam mulia, yaitu solid 18k gold dalam pilihan yellow gold, white gold, dan Everose gold, serta platinum 950.

Dari segi desain, President Bracelet memiliki konstruksi tiga link yang sekilas menyerupai Oyster Bracelet. Namun, perbedaannya terletak pada bentuk link yang lebih pendek dengan lekukan membulat atau semi-circular, mengingatkan pada karakter desain Jubilee Bracelet. Konstruksinya terdiri dari satu baris link berukuran lebih lebar di bagian tengah, yang diapit oleh dua baris link lebih kecil di kedua sisinya.

Pada awal kemunculannya, bracelet ini sebenarnya belum dikenal dengan nama “President”. Nickname tersebut mulai populer setelah Presiden Amerika Serikat ke-36, Lyndon B. Johnson, diketahui mengenakan Rolex Day-Date berbahan yellow gold dalam beberapa kesempatan. Popularitas Day-Date kemudian semakin meningkat seiring dengan banyaknya pemimpin dunia dan tokoh berpengaruh yang terlihat mengenakan model tersebut.

Melihat akan hal ini, Rolex memanfaatkan momentum melalui kampanye iklan di berbagai majalah dengan memposisikan Day-Date sebagai “The President's Watch” atau jam tangan para presiden. Sejak saat itu, nama “President” semakin melekat.

Oysterflex

oysterflex

Oysterflex pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015 melalui koleksi Rolex Yacht-Master. Kemudian pada tahun 2017 mulai digunakan pada model Daytona, sebelum akhirnya hadir dalam koleksi Sky-Dweller pada tahun 2020.

Meski sekilas terlihat seperti rubber strap pada umumnya, Oysterflex sebenarnya memiliki konstruksi yang jauh lebih kompleks. Bagian dalam setiap sisi bracelet menggunakan bilah logam fleksibel berbahan campuran titanium dan nikel yang memberikan struktur, fleksibilitas, serta ketahanan terhadap peregangan. Konstruksi tersebut kemudian dilapisi dengan high-performance black elastomer, material polimer khusus yang dirancang untuk tahan terhadap berbagai kondisi, termasuk paparan sinar UV, air laut, dan perubahan suhu.

Untuk meningkatkan kenyamanan, Rolex juga mengembangkan sistem longitudinal cushion yang telah dipatenkan. Sistem bantalan pada bagian dalam Oysterflex ini membantu menstabilkan posisi jam tangan di pergelangan tangan sekaligus memberikan kenyamanan saat digunakan dalam waktu lama.

Berbeda dengan rubber strap konvensional yang dapat dipotong untuk menyesuaikan ukuran, Oysterflex tersedia dalam berbagai pilihan panjang dengan kode ukuran tertentu, seperti EE atau EF. Pengguna dapat memilih kombinasi dua bagian strap dengan ukuran yang berbeda agar sesuai dengan lingkar pergelangan tangan mereka.

Hingga saat ini, Oysterflex hanya digunakan pada varian tertentu dari koleksi Rolex Daytona, Yacht-Master, dan Sky-Dweller, terutama model berbahan gold. Untuk sistem clasp, Rolex menggunakan clasp berbahan sama, dengan Oysterlock pada Daytona dan Yacht-Master, serta Oysterclasp pada Sky-Dweller. Beberapa model juga dilengkapi dengan sistem penyesuaian Glidelock.

Hingga saat ini, Rolex Oysterflex hanya tersedia dalam warna hitam.

Leather Strap

rolex with leather strap

© The Watch Club

Sebelum Rolex memperkenalkan dan mematenkan Oyster Case, penggunaan leather strap merupakan hal yang umum ditemukan pada jam tangan Rolex. Pada masa awal perkembangannya, sejumlah pocket watch diadaptasi melalui penggunaan leather strap khusus yang memungkinkan jam dikenakan di pergelangan tangan.

Seiring berjalannya waktu, Rolex mulai menghadirkan leather strap pada beberapa koleksinya. Salah satu contohnya adalah Rolex Daytona, yang masih tersedia dengan pilihan leather strap hingga tahun 2017. Selain Daytona, beberapa model selektif Datejust, Day-Date, dan Sky-Dweller juga pernah menggunakan leather strap, pada periode 2010-an.

Namun, penggunaan leather strap dalam katalog Rolex modern kini semakin terbatas. Saat ini, Rolex Perpetual 1908 menjadi satu-satunya koleksi Rolex yang masih menggunakan leather strap. Pada Perpetual 1908, Rolex menggunakan strap berbahan kulit alligator. Meski demikian, sepanjang sejarahnya Rolex juga pernah menggunakan berbagai jenis kulit lainnya, termasuk calfskin dan crocodile leather.

Dari segi sistem clasp, Rolex secara historis menggunakan tang buckle, yaitu gesper konvensional dengan pin, pada sejumlah model dress watch leather. Sementara itu, beberapa model sporty yang menggunakan leather strap hadir dengan sistem deployant clasp. Sistem deployant clasp juga digunakan pada sejumlah koleksi dress watch Rolex, seperti Cellini Moonphase, Cellini Prince, hingga Perpetual 1908. Pada Perpetual 1908, Rolex menggunakan Dual Clasp.

Settimo Bracelet

rolex settimo bracelet

© Monochrome-Watches

Kita telah membahas bahwa leather strap saat ini hanya tersedia untuk koleksi Rolex Perpetual 1908. Sejak 2025, Rolex juga menghadirkan bracelet berbahan logam yang eksklusif untuk koleksi tersebut (setidaknya untuk saat ini). Bracelet baru ini diberi nama Settimo, yang berasal dari bahasa Italia , yang berarti “ketujuh”. Sesuai dengan namanya, Settimo Bracelet memiliki konstruksi tujuh link.

Sekilas, Settimo Bracelet terlihat menyerupai Jubilee Bracelet dengan tambahan dua baris link di bagian tengah. Namun, konstruksi sebenarnya jauh lebih kompleks, dengan desain yang telah dipatenkan oleh Rolex pada tahun 2024. Ketujuh baris link pada Settimo menggunakan finishing polished yang menciptakan tampilan berkilau.

Untuk sistem clasp-nya, Settimo Bracelet menggunakan concealed Crownclasp, yaitu mekanisme pengunci tersembunyi yang mempertahankan tampilan bracelet agar tetap seamless. Meski demikian, penggunaan Crownclasp membuat Settimo tidak memiliki fitur quick micro-adjustment seperti Easylink atau Glidelock yang tersedia pada beberapa bracelet Rolex lainnya.

Integrated Bracelet

integrated bracelet rolex

© The Watch Club

Terakhir, ada satu lagi desain bracelet yang relatif baru diperkenalkan Rolex pada tahun 2025. Meski konsepnya bukan hal baru dalam industri jam tangan mewah, kehadirannya menjadi salah satu langkah menarik bagi Rolex, yaitu integrated bracelet.

Desain bracelet yang menyatu langsung dengan case ini memang sudah lama dikenal dalam dunia horologi, terutama melalui Audemars Piguet Royal Oak yang dirancang oleh Gérald Genta pada tahun 1972. Model tersebut menjadi salah satu pelopor popularitas integrated bracelet pada kategori luxury sports watch, dan terus berkembang hingga saat ini.

Rolex memperkenalkan kembali konsep integrated bracelet bersamaan dengan perilisan koleksi Land-Dweller. Namun, Land-Dweller sebenarnya bukan percobaan pertama Rolex dalam menghadirkan desain integrated bracelet.

Jika melihat kembali sejarahnya, Rolex pernah menggunakan konsep bracelet serupa pada sejumlah model vintage, termasuk Oysterquartz, serta beberapa model Oyster Perpetual Ref. 1530 dan Datejust Ref. 1630. Tapi untuk saat ini, Land-Dweller menjadi satu-satunya koleksi dalam katalog Rolex modern yang menggunakan desain integrated bracelet tersebut.

[Source]

https://www.luxurybazaar.com/grey-market/rolex-bracelet-guide/#pearlmaster-bracelet

https://www.everestbands.com/blogs/bezel-barrel/a-beginner-s-guide-to-rolex-bracelets

https://teddybaldassarre.com/blogs/watches/rolex-bracelet-types

Cart

Your cart is currently empty.

Start Shopping

Select options

Close